Shop
Program
Your Cart
Oooops...
Your cart is empty
Subtotal
IDR 0
Daging Kambing Meningkatkan Gairah Seksual. Mitos Atau Fakta?
Sex
12 March 2021

Preview 30 Seconds

Afrodisiak atau makanan pembangkit gairah seksual sudah dimiliki tiap negara sejak zaman dahulu, termasuk Indonesia. Salah satu afrodisiak yang dipercaya masyarakat adalah daging dan torpedo kambing. Keduanya dipercaya bisa membuat pria lebih bergairah dan meningkatkan libido. Tapi, benarkah seperti itu adanya?

Perlu diketahui juga bahwa daging kambing memiliki tingkat kolesterol yang lebih rendah daripada daging sapi atau ayam. Namun, meski begitu, mengonsumsinya nggak boleh berlebihan karena tetap bisa membuat tekanan darah naik dan kolesterol.

Banyak mitos yang beredar di tengah masyarakat, termasuk tentang manfaat daging kambing untuk meningkatkan gairah seksual. Anggapan itu sudah ada sejak zaman dahulu dan menjadi salah satu afrodisiak atau makanan untuk meningkatkan vitalitas pria. nggak sedikti yang mempercayai hal tersebut.

Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah betul bahwa daging kambing untuk meningkatkan gairah seksual?

Manfaat Daging Kambing Untuk Kesehatan Tubuh

Kandungan (/100 gr daging) Kambing Sapi Ayam
Kalori 109 kkal 250 kkal 237 kkal
Lemak 2,3 gr 15 gr 7.5 gr
Kolesterol 57 mg 89 mg 83 mg
Protein Hewani 20 gr 25 gr 30 gr
Sumber data : kompas.com

Memang dibandingkan dengan daging merah lainnya, daging kambing memiliki lemak dan kolesterol yang lebih rendah. Tak hanya itu, daging kambing mengandung zat besi dan potassium yang mampu mengontrol kesehatan jantung.

Namun, mengutip dari laman Kompas, menurut Journal of Food Protection, daging kambing mengandung beberapa patogen yang berbahaya bagi kesehatan sehingga harus diolah dengan tepat untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan yang timbul akibat mengonsumsi daging tersebut.

Meski begitu, jika pengolahannya dilakukan dengan baik dan porsi yang tepat, daging kambing memiliki manfaat bagi tubuh, di antaranya adalah :

1. Mencegah kanker dan meminimalisir risiko peradangan
2. Kaya vitamin B yang mampu membantu tubuh membakar lemak
3. Mencegah anemia
4. Mengandung vitamin B12 untuk membantu meredakan stres
5. Mengandung kadar kalsium tinggi untuk kesehatan tulang

Meski begitu, jika mengonsumsi daging kambing secara berlebihan, bisa menimbulkan kolesterol dan darah tinggi.

Benarkah Daging Kambing Untuk Meningkatkan Gairah Seksual?

Makanan pembangkit gairah seksual memang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Tiap negara punya afrodisiak yang berbeda, tergantung bagaimana nenek moyangnya memberikan adat. Di Indonesia, salah satu makanan yang masuk ke dalam daftar afrodisiak adalah daging kambing.

Banyak yang berpikir bahwa dengan mengonsumsi daging kambing, gairah seksual bisa meningkat, bahkan bukan hanya daging kambingnya saja tapi juga torpedo atau testis kambing.

Namun, pertanyaannya apakah benar daging kambing bisa meningkatkan gairah seksual pria?

Menurut dr. Feni Nugraha, MARS, MGz, SpGK, hal itu adalah mitos. Daging kambing nggak meningkatkan libido, seperti yang diungkapkan laman World Today News.

Sehubungan dengan hal itu, setelah mengonsumsi kambing, temperatur tubuh akan naik yang disebabkan oleh kandungan protein yang ada di dalam daging tersebut. Beberapa sumber protein hewani memiliki efek thermogenic atau efek panas. Hal itu karena energi yang dilepaskan ketika daging dicerna tubuh. Ia menambahkan bahwa daging kambing memiliki efek panas yang lebih tinggi dari daging merah lainnya.

Selain itu, efek tersebut juga dipercaya disebabkan karena senyawa L-arginin atau asam amino yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah.

Meningkatnya aliran darah dari jantung ke testis bisa memicu produksi hormon testosteron lebih banyak. Nggak cuma itu, zat besi pada daging merah bisa membantu tubuh meningkatkan produksi testosteron pada tubuh. Testosteron pada pria berfungsi sebagai antioksidan yang bertugas menjaga produksi dan kualitas sperma tetap baik.

Jadi, meningkatnya gairah seksual bukan semata-mata karena mengonsumsi daging atau torpedo kambing, tapi banyak faktor yang menjadi penyebabnya, termasuk psikologis.

Jika ingin mengonsumsi daging kambing, maka konsumsi dengan porsi yang tepat, jangan berlebihan, dan masaklah dengan benar. Kamu bisa mengolahnya dengan sate, dibakar, atau dibuat sop.