Shop
Program
Your Cart
Oooops...
Your cart is empty
Subtotal
IDR 0
Benarkah Rambut Rontok Pria Tanda Hormon Testosteron Rendah?
Hair
2 March 2021

Preview 30 Seconds

Bukan hanya wanita yang bisa mengalami penurunan hormon saja saat menopause, pria pun bisa mengalami penurunan hormon testosteron dan hal itu bisa terjadi kapan saja. Padahal hormon memiliki fungsi penting dalam tubuh, menunjang kesehatan, dan juga membentuk tubuh pria.

Namun, jika pria sudah mengalami penurunan hormon, banyak gangguan kesehatan yang akan menyerang tubuh, salah satunya adalah kerontokan rambut. Apakah ada korelasi antara kadar testosteron rendah dengan rambut rontok?

Hormon sangat berperan penting pada tubuh manusia, baik pria maupun wanita. Kamu mungkin pernah mengetahui ada orang yang mengalami gondong, gangguan menstruasi pada wanita, atau orang yang mengalami kencing manis. Penyakit-penyakit tersebut disebabkan karena gangguan hormon.

Makanya, penting sekali peran hormon bagi tubuh manusia. Hormon dihasilkan di otak (hipotalamus dan hipofisis) dan luar otak (pankreas, adrenal, kelenjar tiroid, dan organ reproduksi). Organ-organ tersebut menghasilkan hormon dan masuk ke dalam aliran darah menuju tempatnya bekerja.

Manfaat Hormon Testosteron Bagi Tubuh Pria

Pada tubuh manusia, hormon sangat banyak jenisnya, termasuk hormon testosteron pada pria yang berperan sangat penting untuk kehidupan seorang pria hingga ia berusia lanjut.

Sebagian besar hormon testosterone diproduksi di testis atas koordinasi dari hipotalamus dan kelenjar pituitari pada otak. Hormon ini juga dihasilkan oleh kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal.

Hormon testosteron bagi pria memiliki peran yang sangat penting, hampir di semua bagian tubuh. Berikut beberapa fungsi hormon testosteron pada tubuh pria :

1. Perkembangan sistem reproduksi

Hormon testosteron memiliki peran penting dalam memproduksi sel sperma dan perkembangan alat reproduksi, seperti testis dan penis.

Pada masa puber, hormon testosteron memengaruhi perubahan fisik dan psikologis. Perubahan tersebut meliputi hasrat seksual, perubahan suara, hingga munculnya rambut kemaluan. Selain itu, hormon ini juga memengaruhi tingkah laku, seperti sifat agresif, perilaku dominan, sifat kompetitif, dan sebagainya.

2. Pertumbuhan tulang

Hormon ini meningkatkan kepadatan tulang dan berpengaruh pada sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah.

3. Pertumbuhan rambut dan kulit

Saat puber, pria akan tumbuh kumis dan jenggot di wajah sebagai tanda bahwa ia telah menuju dewasa dan hormon testosteron yang bekerja. Selain itu, hormon ini juga memengaruhi pertumbuhan rambut di kemaluan, ketiak, kaki, serta dada.

Apakah Hormon Testosteron Rendah Menyebabkan Rambut Rontok?

Produksi testosteron akan menurun seiring pertambahan usia seseorang. Mengutip dari Healthline, berdasarkan data American Urological Association, menyebutkan bahwa 2 dari 10 pria dengan usia lebih dari 60 tahun mengalami penurunan testosteron.

Kadar testosteron yang rendah bisa mengakibatkan gangguan kesehatan pada tubuh, salah satunya adalah kerontokan rambut. Seperti kita tahu bahwa pertumbuhan rambut dipengaruhi oleh hormon testosteron. Hormon tersebut memiliki peran penting dalam setiap siklus rambut.

Kebotakan merupakan salah satu penuaan yang dialami oleh banyak pria. Meski faktor genetik juga menjadi salah satu penentu kerontokan rambut seseorang, namun pria dengan kadar testosteron yang rendah juga berpotensi untuk mengalami kerontokan rambut pada tubuh dan wajah mereka.

Meski begitu, meningkatkan kadar testosteron nggak serta merta menjadikan rambut berhenti mengalami rontok. Tapi, kamu perlu mengatasinya dengan baik, seperti berkonsultasi dengan ahlinya untuk mendapatkan perawatan yang maksimal dan sesuai dengan kondisi yang dialami.

Kadar testosteron yang rendah juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan lain pada pria, di antaranya sebagai berikut :

  1. Penurunan dorongan seks atau libido
  2. Kesulitan ereksi dan volume air mani saat ejakulasi
  3. Penurunan energi dan menimbulkan kelelahan yang terus-menerus
  4. Tekanan darah rendah
  5. Meningkatkan lemak tubuh

Nggak seperti wanita yang mengalami penurunan hormon saat menopause. Pada pria, penurunan hormon testosteron terjadi secara bertahap seiring berjalannya waktu. Pria dengan kdar testosteron di bawah 300 ng/dL akan mengalami gejala testosteron rendah seperti hal tersebut di atas. Maka, jika hal-hal tersebut kamu rasakan, maka sebaiknya periksakan diri ke dokter segera untuk mendapatkan penanganan yang tepat.