Diskon 15% hemat hingga 200 ribu di pesanan pertama untuk Hair Loss atau Acne! Gunakan promo: DISKON15 Diskon 15% hemat hingga 200 ribu di pesanan pertama untuk Hair Loss atau Acne! Gunakan promo: DISKON15 Diskon 15% hemat hingga 200 ribu di pesanan pertama untuk Hair Loss atau Acne! Gunakan promo: DISKON15
Hubungi Kami
CART
CART
Jika anda sudah melakukan konsultasi atau memiliki akun, silakan Login disini.
NOTE: Jika sudah memiliki akun Elio, silakan login dengan email dan password yang sama.
Next step
Jawab pertanyaan dokter
Isi kuisioner singkat agar dokter dapat meninjau permasalahan kamu.
Selesaikan pemesanan
Selesaikan pemesananmu dan lakukan pembayaran.
Pengiriman cepat
Perawatanmu akan dikirim kemanapun kamu berada.
Dengan mengklik tombol Lanjut, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Privasi yang berlaku.
CART
Login
Don’t have an account? SIGNUP

Memahami Faktor Risiko dan Penyebab Disfungsi Ereksi

Sex
8 April 2020

Apa sih disfungsi ereksi itu?

Ketika kamu mendengar kata-kata yang menakutkan "disfungsi ereksi," apakah kamu menganggapnya sebagai kondisi yang hanya memengaruhi pria yang lebih tua? Walaupun usia jelas merupakan faktor dalam menentukan risiko DE, risiko ini dapat memengaruhi pria dari segala usia.

Masalah seksual merupakan topik yang masih sulit atau memalukan untuk dibicarakan secara terbuka, terutama bagi seorang pria di masa puncak hidupnya. Sebenarnya masalah seksual seperti disfungsi ereksi cukup umum dan mempengaruhi lebih banyak orang daripada yang mungkin kamu sadari. Jika kamu pernah mengalami masalah dengan disfungsi ereksi, kamu tidak sendirian!

Banyak sebagian pria yang sangat terganggu dalam melakukan hubungan intim, enggak cuma itu banyak juga yang menjadi tidak percaya diri, hingga akhirnya malas untuk berhubungan intim lagi. Sebenarnya apa sih yang dimaksud disfungsi ereksi?

Disfungsi ereksi adalah ketika kamu tidak bisa ereksi secara optimal pada saat berhubungan intim.Pria dikatakan mengalami disfungsi ereksi apabila:

  1. Mengalami ereksi kadang-kadang saja
  2. Mengalami ereksi, tapi tidak cukup lama untuk berhubungan intim
  3. Sama sekali tidak mengalami ereksi

Faktor yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi?

  1. Kondisi Medis

    Kondisi medis yang memengaruhi sirkulasi tubuh dapat meningkatkan risiko DE. Disfungsi ereksi dapat disebabkan penyakit tertentu seperti diabetes, jantung, hipertensi dan perawatan medis tertentu, seperti operasi prostat atau pengobatan radiasi untuk kanker
  2. Konsumsi Tembakau

    Penggunaan tembakau tidak hanya memengaruhi kesehatan kamu secara keseluruhan, tetapi bahan kimia yang ditemukan dalam asap rokok dapat merusak lapisan pembuluh darah kamu, menghambat sirkulasi yang sehat. Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa merokok adalah faktor risiko utama impotensi pada pria muda dan bahwa berhenti merokok dapat membantu mengurangi gejala DE.
  3. Obesitas

    Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko kamu untuk banyak masalah kesehatan, termasuk disfungsi ereksi. Penelitian menunjukkan bahwa hampir 80% pria dengan disfungsi ereksi memiliki BMI 25 atau lebih tinggi. Memiliki BMI dalam kisaran 25 hingga 30 meningkatkan risiko DE sebanyak 1,5 kali dan BMI di atas 30 meningkatkan risiko kamu tiga kali lipat.
  4. Obat-obatan

    Beberapa jenis obat yang mungkin dapat memicu disfungsi ereksi sebagai efek samping seperti antidepresan, antihistamin, dan obat-obatan untuk mengobati kondisi tekanan darah tinggi, nyeri, atau prostat.
  5. Kondisi Psikologis

    Masalah kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi dapat memengaruhi kemampuan kamu untuk berhubungan seksual. Stres juga dapat meningkatkan risiko DE karena merangsang produksi hormon seperti adrenalin yang mengalihkan aliran darah dari penis ke jantung dan paru-paru.
  6. Penggunaan narkoba dan alcohol

    Obat-obatan rekreasional dan alcohol dapat meningkatkan risiko kamu untuk DE. Narkoba dan alkohol dapat menjadi sensasi fisik dan meningkatkan masalah psikologis yang mungkin berkontribusi pada DE.
Atasi disfungsi ereksi dengan Sildenafil!

Pengobatan

Pengobatan bisa dilakukan dengan konsultasi dokter untuk mendiagnosa disfungsi ereksi untuk mengetahui penyebab disfungsi ereksi.

Penanganan disfungsi ereksi bisa dengan pemberian obat-obatan, konseling, rutin berolahraga, hingga tindakan operasi jika diperlukan. Dokter juga dapat meresepkan obat meliputi: sildenafil (viagra), vardenafil (levitra, staxyn), tadalafil (cialis), avanafil (stendra). Jika kesehatan kamu secara umum masih baik, dokter mungkin meresepkan salah satu obat-obatan ini.

Kamu bisa berkonsultasi melalui norm.id dengan aman dan mudah. Dokter akan meninjau kondisi kamu dan merekomendasikan perawatan untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Related Article